Minggu, 01 Februari 2015

Trik and tips foto macro


 Fotografi makro adalah fotografi dengan jarak sangat dekat untuk mendapatkan detail yang tinggi namun tidak memerlukan bantuan alat pembesar optik seperti mikroskop. Fotografi makro biasanya memiliki rasio 1:1 yaitu besar gambar yang dihasilkan sama ukurannya dengan benda aslinya. Sebagai contoh, pada film 35 mm, lensa harus dapat fokus pada area sekecil 24×36 mm, yaitu ukuran gambar pada film.


 intinya adalah teknik foto dengan membesar obyek yang sangat kecil dengan bantuan lensa makro.

Untuk fotografi makro, lensa makro adalah pilihan yang tepat. Lensa tipe ini biasanya memiliki perbesaran 1:1 atau bahkan lebih. Namun sayang, lensa makro identik dengan harga yang mahal. Oleh karena itu, anda dapat menggunakan alternatif lain seperti menggunakan extension tube, reverse ring atau filter close up. Berikut adalah cara cara yang dapat ditempuh untuk mendapatkan foto makro dengan biaya yang murah.



Cara pertama adalah dengan Filter close up.Filter close up adalah filter yang dipasang di depan lensa (seperti filter biasa) yang fungsinya seperti kaca pembesar yhang berguna untuk mendapatkan pembesaran fokus yang diinginkan. Dengan cara ini walaupun tidak memiliki lensa makro, dengan lensa kit biasa juga sudah bisa digunakan untukfoto makro.
Cara kedua adalah menggunakan reverse ring. Sebenarnya cara kerjanya reverse ring ini sama dengan membalik lensa agar bisa digunakan untuk foto makro. Reverse ring hanya sebuah alat bantu yang funsingnya untuk menyatukan badan kamera dengan lensa yang dibalik.
Cara ketiga adalah dengan makro extention tube. Extention tube ini berbentuk seperti pipa yang dipasang di antara badan kamera dengan lensa. Tujuannya adalah untuk mendapatkan jarak fokus yang lebih dekat agar bisa fokus untuk memotret benda yang kecil.
Gunakanlah Aperture Sempit
Mengeksekusi foto makro biasanya dilakukan dengan jarang yang sangat dekat. Dan foto yang dihasilkan akan memiliki ruang tajam (DoF) yang sangat sempit. Oleh karena itu, gunakanlah aperture sempit (f/8 keatas) untuk memperluas ruang tajam yang didapat.

Cobalah untuk tidak menggunakan ISO tinggi
Pastikan kamera tidak shake/goyang
Cobalah untuk selalu menggunakan manual fokus  









 Cara caranya adalah
1. extention tube, cara ini adalah menambahkan semacam tabung diantara lensa dan kamera kita yang intinya menjauhkan titik jatuh obyek di sensor sehingga didapatkan pembesaran obyek yang cukup ekstrim. Nah cara ini yang saya pake, yaitu menambahkan extention tube ke lensa fix saya. Kekurangannya adalah harus bongkar pasang untuk memperoleh pembesaran yang kita inginkan dan  tidak jalannya fungsi AF tapi gak masalah karena lensa yang saya pake adalah lensa manual. Biayanya? cuman 90-100 ribuan! Cukup murah kan?
2. Dengan menaruh kaca pembesar (lup) didepan lensa kita, saya kurang rekomendasi cara ini karena hasilnya kurang tajam dan muncul CA yang sangat tinggi. Cara ini mirip dengan filer close up hanya saja lensa dari kaca pembesar terkadang kurang baik kualitasnya sehingga hasilnya kurang baik. Tapi buat ingin coba2 motret makro tanpa harus membeli aksesoris tambahan cara ini sangat layak untuk dicoba supaya bisa merasakan sensasi motret makro
3. atau memakai kamera nikon L320 seperti saya :D